Kades Kapuas Ditangkap Karena Korupsi Dana BLT Untuk Judi

Oknum kepala desa berinisial WJ di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) ditangkap karena diduga menyelewengkan dana desa senilai Rp 791 juta.

Polisi menangkap Wijaya, kepala desa di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, atas dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial Covid-19 dengan nilai kerugian sekitar Rp 791 juta. Oknum kepala desa itu diduga menggunakan uang tersebut untuk bermain judi daring hingga beli mobil.

Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas menangkap Kepala Desa Pantai, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, atas nama Wijaya (33). Penangkapan dilakukan setelah aparat mengklaim mengantongi cukup bukti.

“Kita sudah menahan tersangka Wijaya, karena melakukan korupsi,” ucap Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti.

Kapolres menegaskan dana yang dikorupsi yaitu BLT dampak dari pandemi Covid-19, dan juga tidak melakukan kegiatan fisik berupa bangunan yang menggunakan anggaran Dana Desa, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp791.064.500.

“Uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi, antara lain bayar utang, membayar kredit mobil, bayar rental mobil, hiburan malam, dan bermain judi online,” jelasnya.

Dari penyelidikan polisi, tersangka diduga menggunakan anggaran dana desa tahun 2020 itu untuk foya-foya, judi slot online terpercaya hingga bayar uang muka kredit mobil.

Penyidik, lanjutnya, sudah memeriksa 31 saksi, melakukan penyitaan terhadap barang terkait, salah satunya satu unit mobil, dsn uang sebesar Rp46 juta sisa uang dana desa yang masih disimpan.

“Jadi, dari anggaran yang dikelola desa sebesar Rp 1 miliar lebih, yang diselewengkan oleh tersangka sebesar Rp 791 juta lebih,” kata Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti, dilansir dari Antara, Senin 2 Agustus 2021.

Dari keterangan tersangka, dana yang diselewengkan itu merupakan dana bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Akibat penyelewengan itu, sejumlah rencana pembangunan di Desa Pantai, Kecamatan Kapuas Barat, tak terlaksana.

Polisi telah menetapkan WJ sebagai tersangka setelah memeriksa sejumlah keterangan 31 orang saksi. Sejumlah aset milik tersangka juga telah diamankan polisi sebagai barang bukti.

Atas perbuatan itu, WJ dijerat dengan UU Nomor 31 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah menjadi UU RO Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dengan denda paling banyak Rp 1 miliar.