Polisi Grebek Selebgram Makassar Yang Main Judi di Hotel

Selebgram asal Kota Makassar kembali berulah. Jika sebelumnya ditangkap karena terlibat aksi tarung bebas, kali ini dalam kasus judi online.

Selebgram itu berinisial AA (25) dan KN (28). Ia ditangkap oleh Tim Resmob Polda Sulsel bersama dengan 14 orang temannya di sebuah hotel di Jalan Andi Mappanyukki, Makassar.

Polisi menggerebek dan menangkap 16 orang karena bermain judi di sebuah hotel di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Dua di antaranya merupakan selebgram Makassar.

“Mengamankan sebanyak 16 orang,” kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes E Zulpan kepada detikcom, Jumat 13 Agustus 2021.

Penggerebekan oleh Tim Resmob Polda Sulsel yang dipimpin AKP Dharma Negara ini berlangsung di salah satu hotel di Jalan Andi Mappanyukki, Makassar, Minggu 8 Agustus dini hari. Hasilnya, polisi meringkus 12 orang pria dan 4 orang wanita.

“Saat dilakukan penggerebekan di dalam kamar, permainan judi terbagi dua kelompok. Untuk wanita main qiuqiu, sementara pria main Texas Holdem Poker,” ungkap Zulpan.

Dari hasil penggrebekan itu pula, ditemukan uang tunai hasil judi senilai Rp3.230.000 dan sejumlah kartu remi, serta alat judi lainnya di dalam kamar hotel tersebut.

“Ada 12 pria dan empat wanita kami amankan. Usai digrebek, kami bawa mereka ke posko Resmob Polda Sulsel untuk proses lebih lanjut,” tandas perwira polisi tiga balok ini.

Zulpan mengatakan dua dari empat orang wanita yang ditangkap adalah selebgram di Makassar. Mereka berinisial KN (28) dan I (25).

“Setelah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan di lokasi, dua dari 16 tersangka merupakan selebgram yang cukup terkenal di Makassar,” kata Zulpan.

“Bahkan untuk selebgram KN, dia juga merupakan pemilik salah satu salon kecantikan di Makassar,” sambung Zulpan.

Menurut Zulpan, pihaknya menyita uang tunai Rp 3,2 juta dari tangan 16 orang itu. Sejumlah kartu domino dan satu set alat judi juga disita.

Kini para tersangka telah ditahan di Polda Sulsel. Mereka dijerat polisi dengan Pasal 303 Ayat (1) ke 1 tentang Perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara.

Diketahui, para tersangka berinisial MF (23), TV (26), MIP (25), SP (30), DI (27), AM (25), AI (26), AF (26), AE (24), PG (24), AF (27), dan MI (28). Sementara itu, empat tersangka lainnya ialah selebgram KN (28) dan I (25) serta MW (31) dan AA (25).

Kades Kapuas Ditangkap Karena Korupsi Dana BLT Untuk Judi

Oknum kepala desa berinisial WJ di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah (Kalteng) ditangkap karena diduga menyelewengkan dana desa senilai Rp 791 juta.

Polisi menangkap Wijaya, kepala desa di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, atas dugaan tindak pidana korupsi dana bantuan sosial Covid-19 dengan nilai kerugian sekitar Rp 791 juta. Oknum kepala desa itu diduga menggunakan uang tersebut untuk bermain judi daring hingga beli mobil.

Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas menangkap Kepala Desa Pantai, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas, atas nama Wijaya (33). Penangkapan dilakukan setelah aparat mengklaim mengantongi cukup bukti.

“Kita sudah menahan tersangka Wijaya, karena melakukan korupsi,” ucap Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti.

Kapolres menegaskan dana yang dikorupsi yaitu BLT dampak dari pandemi Covid-19, dan juga tidak melakukan kegiatan fisik berupa bangunan yang menggunakan anggaran Dana Desa, sehingga mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp791.064.500.

“Uang tersebut dipergunakan untuk kepentingan pribadi, antara lain bayar utang, membayar kredit mobil, bayar rental mobil, hiburan malam, dan bermain judi online,” jelasnya.

Dari penyelidikan polisi, tersangka diduga menggunakan anggaran dana desa tahun 2020 itu untuk foya-foya, judi slot online terpercaya hingga bayar uang muka kredit mobil.

Penyidik, lanjutnya, sudah memeriksa 31 saksi, melakukan penyitaan terhadap barang terkait, salah satunya satu unit mobil, dsn uang sebesar Rp46 juta sisa uang dana desa yang masih disimpan.

“Jadi, dari anggaran yang dikelola desa sebesar Rp 1 miliar lebih, yang diselewengkan oleh tersangka sebesar Rp 791 juta lebih,” kata Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti, dilansir dari Antara, Senin 2 Agustus 2021.

Dari keterangan tersangka, dana yang diselewengkan itu merupakan dana bantuan langsung tunai (BLT) bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19. Akibat penyelewengan itu, sejumlah rencana pembangunan di Desa Pantai, Kecamatan Kapuas Barat, tak terlaksana.

Polisi telah menetapkan WJ sebagai tersangka setelah memeriksa sejumlah keterangan 31 orang saksi. Sejumlah aset milik tersangka juga telah diamankan polisi sebagai barang bukti.

Atas perbuatan itu, WJ dijerat dengan UU Nomor 31 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang diubah menjadi UU RO Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun penjara dengan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Judi Sabung Di Blitar di Grebek Polisi, Begini Kronologinya

Blitar Raya menerapkan PPKM Darurat. Beberapa ruas jalan akan disekat sejak pukul 20.00 WIB. Selain itu dilakukan penyekatan di perbatasan dan penutupan lokasi wisata.

Sementara pembatasan mobilitas warga juga dilakukan, seperti penerapan larangan mudik lebaran 2021 lalu. Yakni diterapkan antar wilayah aglomerasi Blitar, yaitu Tulungagung, Kediri, Trenggalek dan Nganjuk.

“Nah karena Kabupaten Malang bukan wilayah aglomerasi Blitar, maka penyekatan kami lakukan di perbatasan. Yakni di kawasan Selorejo, termasuk semua aktivitas di Bendungan Lahor,” papar Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela kepada detikcom, Sabtu 3 Juli 2021.

Polisi di Blitar bergerak cepat menegakkan aturan PPKM Darurat. Usai apel, personal menggerebek kerumunan orang dalam arena judi sabung ayam.

Sebanyak 26 orang dan 173 buah motor diamankan oleh polisi. Penggerebekan dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, usai pengecekan dan patroli gabungan pelaksanaan PPKM Darurat untuk menurunkan dan memutus penularan COVID-19 di wilayah hukum Polres Blitar.

“Kami menerima laporan masyarakat bahwa di daerah Tumpuk terdapat lokasi perjudian jenis sabung ayam dan dadu. Sekitar pukul 15.30 WIB kami grebek dan memang banyak orang di lokasi kejadian,” jawab Leo dikonfirmasi detikcom, Minggu 4 Juli 2021.

Dari penggerebekan Sabtu sore itu, diamankan sebanyak 26 orang, 173 sepeda motor, 9 tas, papan putih untuk menulis jadwal sabung ayam, 8 KTP dan dua buah SIM. Selain itu beberapa peralatan judi dadu, 23 ayam jago dan uang tunai Rp 350 ribu diamankan dari lokasi kejadian.

“Sepeda motor 173 itu kemungkinan milik pelaku sabung ayam dan judi dadu yang kabur ya. Semua kami amankan di mapolres dan kami proses,” ungkapnya.

Untuk para pelaku, polisi akan menjerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian serta diancam pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah.

Razia gabungan diteruskan pada malam hari. Tiga jalan ditutup sejak pukul 20.00 WIB. Yaitu jalan Kusuma Bangsa, depan Kankab Blitar di Kanigoro, kemudian Jalan Urip Sumoharjo sekitar RTH Wlingi dan Jalan Raya Barat Sutojayan di sekitar Alon-alon Lodoyo.

Pada pukul 03.00 WIB tadi, ketiga jalan ini telah dibuka kembali dan akan ditutup mulai pukul 20.00 WIB nanti.

Petugas gabungan menyisir beberapa lokasi yang kedapatan melanggar peraturan selama PPKM Darurat. Sanksi tegaspun dijatuhkan. Selain beberapa warga mendapat sanksi tipiring, tiga kafe ditutup sementara.

“Karena ada tiga kafe di Kanigoro yang melanggar peraturan, maka sanksi tegas kami terapkan. Ketiga kafe itu kami tutup, karena masih buka di atas waktu yang ditetapkan,” pungkasnya.