Judi Sabung Di Blitar di Grebek Polisi, Begini Kronologinya

Blitar Raya menerapkan PPKM Darurat. Beberapa ruas jalan akan disekat sejak pukul 20.00 WIB. Selain itu dilakukan penyekatan di perbatasan dan penutupan lokasi wisata.

Sementara pembatasan mobilitas warga juga dilakukan, seperti penerapan larangan mudik lebaran 2021 lalu. Yakni diterapkan antar wilayah aglomerasi Blitar, yaitu Tulungagung, Kediri, Trenggalek dan Nganjuk.

“Nah karena Kabupaten Malang bukan wilayah aglomerasi Blitar, maka penyekatan kami lakukan di perbatasan. Yakni di kawasan Selorejo, termasuk semua aktivitas di Bendungan Lahor,” papar Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela kepada detikcom, Sabtu 3 Juli 2021.

Polisi di Blitar bergerak cepat menegakkan aturan PPKM Darurat. Usai apel, personal menggerebek kerumunan orang dalam arena judi sabung ayam.

Sebanyak 26 orang dan 173 buah motor diamankan oleh polisi. Penggerebekan dipimpin langsung oleh Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, usai pengecekan dan patroli gabungan pelaksanaan PPKM Darurat untuk menurunkan dan memutus penularan COVID-19 di wilayah hukum Polres Blitar.

“Kami menerima laporan masyarakat bahwa di daerah Tumpuk terdapat lokasi perjudian jenis sabung ayam dan dadu. Sekitar pukul 15.30 WIB kami grebek dan memang banyak orang di lokasi kejadian,” jawab Leo dikonfirmasi detikcom, Minggu 4 Juli 2021.

Dari penggerebekan Sabtu sore itu, diamankan sebanyak 26 orang, 173 sepeda motor, 9 tas, papan putih untuk menulis jadwal sabung ayam, 8 KTP dan dua buah SIM. Selain itu beberapa peralatan judi dadu, 23 ayam jago dan uang tunai Rp 350 ribu diamankan dari lokasi kejadian.

“Sepeda motor 173 itu kemungkinan milik pelaku sabung ayam dan judi dadu yang kabur ya. Semua kami amankan di mapolres dan kami proses,” ungkapnya.

Untuk para pelaku, polisi akan menjerat dengan pasal 303 KUHP tentang perjudian serta diancam pidana penjara paling lama 10 tahun atau pidana denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah.

Razia gabungan diteruskan pada malam hari. Tiga jalan ditutup sejak pukul 20.00 WIB. Yaitu jalan Kusuma Bangsa, depan Kankab Blitar di Kanigoro, kemudian Jalan Urip Sumoharjo sekitar RTH Wlingi dan Jalan Raya Barat Sutojayan di sekitar Alon-alon Lodoyo.

Pada pukul 03.00 WIB tadi, ketiga jalan ini telah dibuka kembali dan akan ditutup mulai pukul 20.00 WIB nanti.

Petugas gabungan menyisir beberapa lokasi yang kedapatan melanggar peraturan selama PPKM Darurat. Sanksi tegaspun dijatuhkan. Selain beberapa warga mendapat sanksi tipiring, tiga kafe ditutup sementara.

“Karena ada tiga kafe di Kanigoro yang melanggar peraturan, maka sanksi tegas kami terapkan. Ketiga kafe itu kami tutup, karena masih buka di atas waktu yang ditetapkan,” pungkasnya.